Posted in Uncategorized on 14 Juni 2010 by Admin
Begitu banyak karunia dan kenikmatan yang telah Allah SWT berikan kepada kita,akan tetapi terkadang di antara kita masih saja ada orang yang enggan bersyukur dengan apa yang sudah di berikan,mereka selalu merasa kurang puas dan tidak pernah puas dengan semua yang sudah di berikan,mereka beranggapan,bahwa apa yang mereka dapatkan selama ini adalah atas hasil jerih payah dan keringat yang mereka keluarkan,padahal apapun yang mereka dapatkan adalah atas kehendak dan kuasa Allah SWT.
Namun begitu,kita masih bisa tersenyum dan lega hati,ternyata di sekitar kita pun masih ada orang yang menyadari dengan semua yang sudah di berikan kepadanya,mereka tidak membusungkan dada dengan menonjolkan apa-apa yang mereka dapatkan dari rezeki yang sudah di berikan,mereka menyadari,semua itu hanya titipan,dan kita pun juga tahu,bahwa titipan suatu saat akan di ambil sama si Empunya.
Apa sih yang mau kita sombongkan di dunia ini?Dunia ini bukanlah tujuan kita,dunia ini hanya ladang dan tempat bertanam untuk kita,kita tanam amal-amal yang baik,Insya Allah kita akan memetik hasil yang baik,akan tetapi jika kita menanam amal-amal yang tidak baik,tentu kita semua bisa menebak apa yang akan kita dapatkan dari hasil tanaman kita.
Sudah sepantasnya jika seseorang mempunyai harta dan kedudukan,mereka manfaatkan semua itu untuk bekal ibadah dalam rangka menanam amal yang baik.Janganlah kita mau di perbudak oleh harta dan kekuasaan yang pada akhirnya akan membawa kita kepada jurang kehinaan.Semoga kita senantiasa istiqomah dalam mengemban amanah yang sudah di berikan kepada kita dan kita tetap ada di jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT.Amin
Wallahu’a lam
PRIBADI YANG BERPRINSIP
Posted in Uncategorized on 16 Januari 2010 by AdminSeperti yang kita ketahui bersama,setiap orang mempunyai cara pikir dan prinsip yang berbeda-beda,ada yang ragu,yang sedang dan yang tegas.Masing-masing dari kita mempunyai ciri-ciri tersebut,entah kita menyadarinya ataupun tidak.Pribadi yang banyak di harapkan oleh orang-orang tentu yang tegas,berani,bertanggung jawab,dan tentu saja baik,baik dalam arti tidak hanya terhadap masalah-masalah kecil saja,akan tetapi juga terhadap masalah-masalah besar yang muncul di sekitarnya,sanggup memberikan solusi dan jalan keluar terhadap masalah-masalah yang ada di sekitarnya tersebut.
Banyak juga di sekitar kita,orang-orang yang hanya mengandalkan pola pikirnya tanpa menelaah lebih dalam lagi menggunakan hatinya ketika sedang berada di dalam suatu kesulitan atau masalah,mereka lebih mengedepankan pola pikir tanpa mengikut sertakan hatinya.
Apa yang mereka pikirkan?Tentu saja di antara kita tidak banyak yang mengetahuinya,kecuali dia dengan Sang Pencipta.Masalah-masalah yang muncul pun beraneka ragam,mulai dari masalah keluarga,hingga masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat.
Orang yang mempunyai prinsip,tentu tidak gegabah dalam menyingkapi suatu masalah yang ada di sekitarnya,mereka cenderung lebih memilih diam dari pada berkoar kesana kemari tanpa mengetahui akar permasalahannya,ketika akar permasalahan tersebut sudah di ketahui,mereka pun tidak serta merta langsung menyelasaikannya,akan tetapi dengan penuh kebijaksanaan mereka menelaah kembali masalah-masalah yang muncul.
Kita semua berharap,kita tentu ingin memiliki pribadi yang berprinsip,tidak plin plan,dan seperti bunglon,hinggap di daun yang kuning kulitnya berubah menjadi kuning,kita tentu ingin menjadi pribadi-pribadi yang tegas,bertanggung jawab,berani bertindak,dan penuh kebaikan,tidak menganggap enteng masalah,dan tidak mengulur-ulur sesuatu yang bernilai baik.
Semuanya tergantung kita,mau jadi pribadi apa kita ke depan nanti….Wallahu’a Lam
MENYAMBUT RAMADHAN
Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) al baqarah 183, lailatul Qadr, Ramadhan, takwa on 21 Agustus 2009 by AdminBulan penuh hikmah,bulan penuh ampunan,dan bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keistimewaan sudah mendekati kita,sesuai keputusan Menteri Agama,bahwa bulan suci Ramadhan tahun 2009 ini jatuh pada tanggal 22 Agustus 2009,ya bulan yang di tunggu-tunggu umat islam,tidak hanya di indonesia yang mayoritas penduduknya memeluk agama islam,akan tetapi juga seluruh umat muslim di dunia.Mereka dengan penuh sukacita menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ini.Berbagai persiapan juga telah di lakukan menyambut datangnya bulan suci ini,terutama persiapan fisik dan mental,karena selama sebulan penuh kita akan di gembleng dan di latih untuk menjadi manusia-manusia yang muttaqin.Firman Allah SWT dalam Al Quran:
“Hai orang-orang yang beriman,di wajibkan atas kamu berpuasa,sebagaimana di wajibkan atas orang-orang sebelum kamu,agar kamu bertakwa”{Q.S AL BAQARAH:183}
Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa tujuan kita berpuasa intinya adalah menjadi manusia yang bertakwa,yang senantiasa berada pada jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT.Puasa bagi orang-orang yang beriman,memang bukan suatu beban,akan tetapi merupakan ajang untuk berlomba-lomba dalam ibadah dan mengharapkan pahala dari Allah,meskipun selama seharian mereka tidak makan,tidak minum,dan selalu menjaga diri dari hal-hal yang bisa menyebabkan pahala puasa yang di lakukan tidak menghasilkan apa-apa.Akan tetapi,bagi yang tidak beriman,dalam arti iman yang sebenarnya,puasa bagi mereka sangat terasa berat,mereka mampu menahan lapar dan haus,akan tetapi mereka tidak bisa menjaga panca indra yang lain dari hal-hal yang negatif,seperti membicarakan orang,mencaci,dan lain sebagainya.Puasa yang mereka lakukan memang tidak batal,akan tetapi,pahalanya tidak mereka dapatkan,mereka hanya mendapatkan lapar dan haus saja,bukankah ini hanya sia-sia?
Di bulan ini semua pahala di lipat gandakan,semua dosa akan di ampuni,dan setan-setan pun akan di belenggu.Sepuluh hari yang pertama adalah di turunkannya rahmat dari sisi Allah,sepuluh hari yang kedua adalah ampunan bagi orang-orang yang bertaubat,dan sepuluh hari terakhir adalah pembebasan dari api neraka,betapa bulan Ramadhan ini begitu istimewa.Pada sepuluh hari yang terakhir juga terdapat malam-malam yang istimewa,yaitu malam Lailatul Qadr,yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan,para Malaikat turun ke dunia,memohonkan doa bagi orang-orang yang berdoa,memintakan ampun bagi orang-orang yang meminta ampun dan taubat,dan berbagai kebaikan-kebaikan yang lain.Apakah kita tidak merasa tertarik?
Semoga pada Ramadhan kali ini,kita di berikan kesempatan untuk beribadah secara lebih baik dan menjadi manusia yang bertakwa di hadapan Allah SWT.Amin.,
BERTANGGUNG JAWAB
Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) kajian hidup, renungan islam, Tanggung jawab on 12 Juni 2009 by AdminSebagai manusia,kita menyadari bahwa apapun yang kita perbuat dalam dunia ini,baik itu berupa hal-hal yang kecil,ataupun hal-hal yang besar,semuanya pasti akan kita pertanggung jawabkan kelak di hari Kiamat.Hubungan kita dengan Sang MahaPencipta,Allah SWT(Hablum Minallah) ataupun hubungan kita dengan sesama insan(Hablum Minanaas)itu semua tidak akan terlepas daripada rasa tanggung jawab.
Hubungan kita dengan Allah,menyangkut segala macam yang berkaitan dengan keimanan dan ketakwaan kita kepada-Nya,sholat kita,puasa kita,zakat kita,haji kita,dan segala macam amal ibadah yang berhubungan dengan Allah SWT.
Hubungan kita dengan sesama manusia,yaitu segala hal yang menyangkut dengan masalah-masalah duniawi.Hidup bermasyarakat,berbangsa,ataupun bernegara.Hal yang paling dekat dengan diri kita adalah cara kita hidup di masyarakat,melakukan hubungan interaksi sosial,adat istiadat dan kebudayaan,itu semua tidak terlepas dari rasa tanggung jawab kita terhadap sesama manusia.Kita mungkin dan pasti tidak menginginkan orang disekitar kita beranggapan bahwa kita di cap sebagai orang yang tidak punya rasa tanggung jawab.Sebagai contoh,jika kita menjadi seorang kepala rumah tangga,tentu saja kita harus bertanggung jawab terhadap keluarga yang kita pimpin,dalam arti memberikan nafkah baik secara lahir maupun batin,mendidik dan membimbing istri dan anak-anak menjadi orang-orang yang taat dan berguna,terutama di lingkup keluarga,masyarakat,bangsa dan negara,dan terlebih lagi kepada agamanya,menjadi seorang kepala rumah tangga yang bisa menjadi contoh dan teladan untuk anak-anaknya.
Jika kita menjadi seorang pemuda atau pemudi,tentu kita harus bertanggung jawab terhadap diri kita sendiri khususnya,dan masyarakat pada umumnya.Harus pandai-pandai dalam membawa diri,tidak terpengaruh dan terjebak oleh kenikmatan dan kesenangan dunia,karena kita semua mempunyai keyakinan,bahwa hidup ini adalah tanggung jawab yang harus dipertanggung jawabkan.Di berbagai media kita sering melihat tayangan-tayangan yang terkadang membuat kita mengerutkan dahi,miris dan sedih,dan terkadang membuat kita iba.Contoh yang nyata adalah kasus perceraian diantara para artis,kekerasan dalam rumah tangga,narkoba,pergaulan bebas,dan lain sebagainya,itu semua terjadi dikarenakan mungkin salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya rasa tanggung jawab yang kita miliki,disamping tentu ada hal-hal lain yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi.
Apakah kita sudah bertanggung jawab?Jawabannya tentu hanya Allah dan kita saja yang mengetahui,akan tetapi kita semua berharap,bahwa kita punya rasa tanggung jawab,baik terhadap diri sendiri,agama,masyarakat,bangsa dan negara.Karena apapun yang kita perbuat di dunia ini,semua akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT.Firman Allah di dalam Al Quran:
“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun,niscaya dia akan melihat (balasan)nya.Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarah pun,niscaya dia akan melihat balasannya.”{Q.S AZ-ZILZAL:7-8}
Firman-Nya lagi:
“Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhan-nya,(disediakan)pembalasan yang baik.Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Tuhan,sekiranya mereka mempunyai semua(kekayaan)yang ada di bumi dan (ditambah)sebanyak isi bumi itu lagi besertanya,niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu.Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.”{Q.S AR-RA’D:18}
Wallahu’alam